Suami Pura-Pura Mandul, Istri Minta Cerai. 10 Tahun Kemudian Terungkap Karena Isi Buku


Pernikahan merupakan hal yang sakral karena menyatukan dua watak dan sifat yang berbeda. Karena itu, tak heran bila terjadi perselisihan di antara pasanga
n suami istri. Bukti cinta yang dilakukan pria ini sungguh mengharukan. Ia melakukan apapun demi istrinya, bahkan ketika harga diri dan kehormatannya dihina. Berikut kisahnya.

Diceritakan. Empat tahun sudah pasangan suami istri ini menikah namun belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Tapi saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah.

Akhirnya, pasangan ini pun pergi ke dokter.

"Mohon bersabar, Pak. Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil," kata dokter kepada pria itu.

“Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepada istri saya, Dok.” pinta sang suami ini.

“Maksud Anda?” dokter pun kaget sambil bertanya.

“Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul.” kata pria ini.

Dokter pun menjawab, “Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah.”

Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.

Tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa di antara suami istri itu yang bermasalah akhirnya juga mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak-kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga pasangan suami istri masih tetap bertahan.

Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil pemeriksaan laboratorium itu, sang istri tak dapat lagi bersabar.

“Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku. Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya,” kata sang istri kepada suaminya.

Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya, "Ini ujian dari Tuhan sayang. Kita perlu bersabar.”

Mendengar nasehat sang suami, emosi istri sedikit mereda. “Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku.” lanjut sang istri.

Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil laboratorium menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal.

“Ini semua gara-gara kamu,” kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit. “Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku!” lanjut sang istri.

Sang suami tidak menjawab. Ia terus menyabarkan sang istri. Setelah itu, ia pun memberitahukan sang istri kalau beberapa hari ke depan ia akan berangkat ke luar negeri.

“Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?” kata wanita itu dengan nada tinggi.

“Iya.” jawab sang suami.

Esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya saat itu, ia yang terbaring di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.

“Ini tugas dinas, sayang dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu.” kata sang suami.

Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.

“Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri.” ucap wanita ini.

Mata dokter yang mendengar komentar itu hanya bisa diam denga mata berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.

Akhirnya, dengan izin Tuhan, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.

Hingga suatu hari, saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.

Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Kebenaran akhirnya terungkap kalau ternyata yang mandul adalah dirinya sedangkan pendonor ginjal itu tidak lain adalah suaminya sendiri.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya itu. Ia pun menangis aejadi-jadinya tak tahan menerima kenyataan yang dibacanya.

Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.

Sahabat. Setia tidak akan dinikmati hasilnya oleh mereka yang main-main dalam membangun cintanya. Ketika telah memutuskan untuk menikah berarti juga harus tahu setia merupakan rukun yang tak bisa dihilangkan. Yakinlah pasangan hidup yang Allah berikan adalah anugerah terbaikNya yang akan membawa kepada kehidupan surga sebelum surga sebenarnya. Selalu setialah agar kau temukan kebahagiaan dalam perjalanannya.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih

Baca Sumber
close